Mantan Pemilik Bar Ungkap Kekejaman Rezim Tiongkok Setelah Ditangkap Karena Mendukung Gerakan Kertas Putih

 

Seorang mantan pemilik bar asal Shandong, Lu Qiankun, mengungkap pengalamannya setelah ditangkap oleh pihak berwenang Tiongkok pada Oktober 2022 karena mendukung Gerakan Kertas Putih.

The Truth Media - Seorang mantan pemilik bar asal Shandong, Lu Qiankun, mengungkap pengalamannya setelah ditangkap oleh pihak berwenang Tiongkok pada Oktober 2022 karena mendukung Gerakan Kertas Putih. Kini berada di luar negeri, ia menyerukan kepada dunia untuk mengenali sifat kejam Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan mendukung gerakan keluar dari organisasi partai tersebut.

Dalam sebuah rekaman, terdengar suara seruan: "Partai Komunis harus turun!"

Disiksa dan Diintimidasi oleh Otoritas Tiongkok

Lu Qiankun mengungkap bahwa ia mengalami penyiksaan brutal setelah ditangkap akibat dukungannya terhadap Gerakan Kertas Putih—sebuah gerakan protes damai yang menuntut kebebasan berekspresi di Tiongkok.

"Saat saya ditahan di kantor polisi, pemukulan dan tendangan sudah menjadi hal biasa. Mereka juga melakukan intimidasi verbal, penyiksaan mental, dan berbagai metode penyiksaan lainnya seperti ‘kursi harimau’, ‘split satu kaki’ (peregangan ekstrem), dan ‘pesawat terbang’ (posisi tubuh yang menyakitkan). Selain itu, mereka sengaja memasang rantai besi yang sangat berat di tangan dan kaki saya. Semua ini adalah bentuk penyiksaan psikologis yang luar biasa," ungkapnya.

Paksaan untuk Menulis Pernyataan Kesetiaan

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, Lu juga dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan yang mendukung PKT dan menyesali tindakannya.

"PKT adalah rezim yang tidak mengenal batas moral dan kemanusiaan. Mereka menjalankan kebijakan yang sepenuhnya mundur ke belakang dan tidak memperlakukan rakyat Tiongkok sebagai manusia," katanya.

Sebelumnya, Lu telah mengumumkan pengunduran dirinya dari organisasi Komunis, termasuk Liga Pemuda Komunis dan Pionir Muda, melalui situs Epoch Times.

Seruan untuk Kesadaran Rakyat Tiongkok

Setelah keluar dari Tiongkok dan tiba di masyarakat bebas, Lu menyerukan kepada rakyat Tiongkok untuk melihat realitas sebenarnya tentang rezim yang berkuasa.

"Ketika masih kecil dan bersekolah, saya dipaksa untuk bergabung dengan Liga Pemuda Komunis dan mengenakan syal merah (simbol PKT). Kami tidak diberi pilihan, dan saya juga menjadi korban propaganda PKT. Tapi sekarang, saya telah resmi keluar dari Pionir Muda dan Liga Pemuda Komunis. Saya yakin bahwa kejatuhan PKT hanya tinggal menunggu waktu. Cepat atau lambat, organisasi seperti Liga Pemuda Komunis akan lenyap," tegasnya.

Yang Yang, Li Zhenqi - New Tang Dynasty Television berkontribusi dalam laporan ini.

0 comments