Fenomena Aneh Muncul di Tiongkok, Pertanda Pergantian Kekuasaan?

 

Fenomena bulan merah darah yang terlihat pada 14 Maret.


The Truth Media – Baru-baru ini, berbagai fenomena langka muncul di berbagai wilayah di Tiongkok, seperti matahari merah darah, beberapa matahari terlihat bersamaan, dan bambu berbunga. Fenomena-fenomena ini menarik perhatian publik dan memicu spekulasi bahwa mereka adalah tanda pergantian kekuasaan.

Fenomena Langka di Langit Tiongkok

Pada 28 Maret sore, langit di beberapa daerah di Yunnan berubah menjadi merah darah, dengan matahari tampak bercahaya dalam warna kemerahan yang menakutkan selama 30 menit. Sehari sebelumnya, 27 Maret, langit di Zhejiang menampilkan awan panjang raksasa yang menyerupai ular besar, bertahan sekitar 20 menit.

Selain itu, menjelang akhir 2024, fenomena lain seperti halo matahari, beberapa matahari muncul bersamaan, dan langit berwarna merah darah terjadi di Beijing, Hebei, dan wilayah lainnya. Dalam sejarah, fenomena seperti ini sering kali dikaitkan dengan pertanda buruk bagi penguasa.

Analisis: Pertanda Bencana bagi PKT?

Pengamat politik Tang Jingyuan, yang kini tinggal di Amerika Serikat, berpendapat bahwa fenomena ini memiliki arti simbolis.

“Fenomena langka seperti matahari merah darah di Yunnan sering dikaitkan dengan pemimpin tertinggi suatu negara. Baru-baru ini, Xi Jinping mengunjungi Yunnan, dan tak lama setelahnya, fenomena ini muncul. Ini bisa berarti bahwa pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang menghadapi ancaman besar, bahkan mungkin bahaya yang mengancam jiwanya.”

Dalam filosofi klasik Tiongkok, konsep “Tian Ren He Yi” (kesatuan antara langit dan manusia) diyakini menunjukkan bahwa perubahan di langit mencerminkan nasib dan keberuntungan manusia. Kitab klasik Zhou Yi menyatakan: “Langit menunjukkan tanda-tanda untuk memperingatkan manusia tentang keberuntungan atau bencana.”

Xing Tianxing, seorang pengamat politik lainnya, menambahkan bahwa dalam catatan sejarah, bambu berbunga sering dikaitkan dengan melemahnya nasib suatu negara, pergantian dinasti, ketidakstabilan sosial, dan kekacauan politik.

“Dalam sejarah, fenomena bambu berbunga sering diikuti oleh peristiwa besar seperti kudeta, banjir, gempa bumi, dan kelaparan. Ini adalah tanda bahwa kekuasaan berada di ambang kehancuran.”

Baru-baru ini, fenomena bambu berbunga telah terjadi di banyak tempat seperti Chengdu (Sichuan), Hunan, Hubei, dan Jiangsu. Selain itu, gempa bumi berturut-turut mengguncang Hebei, Xinjiang, dan Yunnan. Tiongkok juga sedang menghadapi lonjakan kasus kematian mendadak akibat wabah penyakit, serta fenomena bulan merah darah yang terlihat pada 14 Maret.

Apakah PKT Sedang Menghadapi Krisis Besar?

Tang Jingyuan menyatakan bahwa berbagai fenomena ini bisa menjadi tanda bahwa PKT sedang berada dalam krisis besar.

“Fenomena langit yang mengerikan ini menunjukkan bahwa PKT mungkin menghadapi krisis besar. Ini seperti kapal besar yang sudah menabrak gunung es dan hampir tenggelam. Satu-satunya cara untuk selamat adalah segera meninggalkan kapal itu, yaitu keluar dari semua organisasi PKT dan benar-benar memutus hubungan dengannya.”

Tahun 2025 adalah tahun ular (Yi Si) dalam kalender Tiongkok, dan menurut beberapa ramalan rakyat, PKT akan berakhir pada tahun ular.

Bahkan, peramal terkenal Inggris, Craig Hamilton-Parker, memprediksi bahwa pada 2025, Tiongkok akan mengalami perubahan besar, kemungkinan akan terjadi perang saudara, dan Xi Jinping akan turun dari jabatannya, yang akan menandai berakhirnya PKT.

Kesimpulan

Dengan semakin banyaknya fenomena langka yang terjadi di Tiongkok, banyak yang mulai menghubungkannya dengan pertanda buruk bagi pemerintah. Meskipun sains mungkin memiliki penjelasan untuk fenomena ini, keyakinan budaya dan sejarah Tiongkok menunjukkan bahwa fenomena seperti ini sering dikaitkan dengan perubahan besar dalam pemerintahan. Apakah PKT benar-benar akan menghadapi kehancuran pada tahun 2025? Hanya waktu yang akan menjawab.

Li Yun & Qiu Yue – New Tang Dynasty Television berkontribusi dalam laporan ini.

0 comments